PENAKALTENG, Muara Teweh – Keterbatasan anggaran menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Lahei Barat. Pemerintah daerah menekankan pentingnya penajaman prioritas program agar pembangunan benar-benar memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, saat membuka Musrenbang tingkat kecamatan di Aula Kecamatan Lahei Barat, Benao, Rabu (4/2/2026), meminta seluruh pemangku kepentingan untuk menyesuaikan rencana kegiatan dengan kondisi kemampuan keuangan daerah.
“Perlu dilakukan review kembali terhadap prioritas kegiatan yang telah disepakati, dengan menetapkan skala prioritas yang mengarah pada penyelesaian akar permasalahan yang berdampak luas dan nyata,” tegasnya.
Menurut dia, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghambat pembangunan, namun harus menjadi dasar untuk menyusun program yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berorientasi hasil.
Felix juga mengingatkan pentingnya komitmen bersama dalam menjalankan pembangunan daerah dengan mengedepankan kerja cerdas, transparansi, serta niat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Marilah kita luruskan niat bahwa apa yang kita lakukan semata-mata demi mensejahterakan masyarakat Kabupaten Barito Utara,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, berbagai usulan masyarakat disampaikan, mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan sektor pendidikan dan kesehatan, pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.
Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Sekretaris Kecamatan Lahei Barat, Eri Sasongko, menjelaskan bahwa Musrenbang ini merupakan forum tahunan yang melibatkan para pemangku kepentingan di tingkat kecamatan untuk menjaring aspirasi masyarakat sebagai bahan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027.
Ia berharap, melalui forum ini, program pembangunan yang dirumuskan dapat lebih tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di Kecamatan Lahei Barat. (bvs)