PENAKALTENG, Muara Teweh – Kabupaten Barito Utara semakin memperkuat upaya mitigasi perubahan iklim dengan menggandeng akademisi dalam penyusunan Laporan Inventarisasi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) tahun 2025. Kegiatan ini dipresentasikan di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Barito Utara, Rabu (3/12/2025).
Pelaksana Tugas Kepala DLH Barito Utara, drg. Dwi Agus Setijowati, menekankan bahwa inventarisasi emisi GRK menjadi langkah strategis bagi daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan rendah karbon. “Data emisi yang akurat dan transparan akan menjadi fondasi perencanaan pembangunan berkelanjutan dan mitigasi perubahan iklim di Barito Utara,” ujarnya.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi DLH Barito Utara dengan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin (ULM), yang selama tiga bulan terakhir melakukan penghitungan emisi pada sektor energi, limbah, pertanian, industri, serta perubahan penggunaan lahan dan kehutanan. Pendanaan berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2025.
Dr. Rizqi Putri Mahyudin dari Fakultas Teknik ULM menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah daerah. “Inventarisasi ini menjadi pijakan penting bagi perencanaan mitigasi perubahan iklim yang berbasis data dan konsisten,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Barito Utara menunjukkan komitmen nyata dalam mengintegrasikan data akademik ke kebijakan publik, sekaligus mendorong pembangunan rendah karbon dan peningkatan kualitas lingkungan hidup. (bvs)