PENAKALTENG, Muara Teweh – Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Kerukunan Warga Maayan (KWM) Muara Teweh tak hanya menggelar syukuran dan lomba rakyat, namun juga menekankan pentingnya pelestarian budaya serta regenerasi organisasi.
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Warga Maayan, Jalan Lingkar Kota Gang 86, Kamis (28/8/2025), berlangsung meriah dan akan berlanjut hingga 30 Agustus. Selain menghadirkan hiburan melalui berbagai lomba tradisional seperti domino, joget, lari karung, hingga makan pisang ambon dan kerupuk, acara ini juga menjadi momentum evaluasi perjalanan organisasi.
Ketua KWM Muara Teweh, Drs Aprin S Dahan, menyampaikan bahwa kegiatan ini telah diprogramkan sebagai agenda tahunan yang sarat nilai budaya dan kebersamaan. Ia mengungkapkan, kepengurusannya yang telah berjalan sejak 2020 akan berakhir pada 1 September 2025.
“Ini bukan hanya soal meriah-meriahan, tapi juga bagian dari upaya melestarikan budaya lokal dan mempererat persaudaraan antarwarga. Kita ingin KWM tetap menjadi rumah besar yang adaptif dan berkontribusi untuk masyarakat,” ujar Aprin.
Ia juga berharap kepengurusan yang baru dapat membawa semangat baru tanpa meninggalkan akar tradisi.
“Regenerasi harus terus berjalan, dan kita perlu menyesuaikan diri dengan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai warga Maayan,” tambahnya.
Dengan total hadiah belasan juta rupiah, kegiatan ini diikuti antusias oleh warga Maayan dan masyarakat umum. Lebih dari sekadar perayaan, inisiatif KWM mencerminkan komitmen menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi. (bvs)