PENAKALTENG, Palangka Raya – Bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ingin menembus pasar internasional, kesiapan produk menjadi faktor utama. Hal ini ditegaskan Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim.
“Pasar internasional menuntut standar yang ketat, mulai dari kualitas produk, proses produksi, hingga pengemasan dan sertifikasi yang diwajibkan,” kata Arif, Jumat (16/1/2026).
Ia menyebutkan bahwa kesiapan tersebut menjadi kunci agar produk UMKM lokal mampu bersaing dengan produk dari negara lain di pasar global. “Hanya produk yang memenuhi standar daya jual, kualitas, dan kuantitas yang memiliki peluang untuk diterima di pasar luar negeri,” ujarnya.
Menurutnya, penyesuaian produk tidak hanya terbatas pada mutu, tetapi juga harus memperhatikan daya beli konsumen dan kemampuan produksi secara berkelanjutan. “UMKM juga harus mampu memenuhi volume pesanan secara konsisten agar dapat menjaga kepercayaan pasar internasional,” jelasnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Arif mendorong pemerintah daerah agar hadir memberikan pendampingan dan fasilitasi bagi pelaku UMKM, termasuk pelatihan ekspor, sertifikasi produk, dan akses pembiayaan. (ss).