PENAKALTENG, Muara Teweh – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP di Kabupaten Barito Utara menjadi perhatian serius, mengingat perannya yang semakin penting dalam menentukan kelanjutan pendidikan siswa ke jenjang berikutnya.
Sebanyak 1.903 siswa kelas IX dari 43 sekolah—terdiri atas 38 sekolah negeri dan 5 swasta—mengikuti TKA yang kini tak hanya menjadi alat ukur capaian belajar, tetapi juga salah satu syarat dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Di tengah tingginya konsekuensi hasil ujian, Dinas Pendidikan Barito Utara menerapkan sistem pengawasan silang antar sekolah. Skema ini dinilai krusial untuk menjaga transparansi dan objektivitas, sekaligus meminimalkan potensi kecurangan selama pelaksanaan ujian.
Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Syahmiluddin A. Surapati, menegaskan bahwa integritas pelaksanaan TKA menjadi prioritas utama. Menurutnya, sistem pengawasan yang melibatkan pihak luar sekolah diharapkan mampu menciptakan suasana ujian yang adil bagi seluruh peserta.
“Pengawasan silang ini penting agar pelaksanaan TKA benar-benar berjalan jujur dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya saat memantau pelaksanaan ujian di sejumlah sekolah, Kamis (9/4/2026).
Selain aspek pengawasan, kesiapan siswa juga menjadi perhatian. Tekanan akademik yang tinggi, seiring peran TKA sebagai indikator seleksi, menuntut siswa tidak hanya menguasai materi tetapi juga memiliki kesiapan mental.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan lebih luas terkait pemerataan kualitas pendidikan, terutama antara sekolah negeri dan swasta, serta kesiapan masing-masing dalam menghadapi standar evaluasi yang sama.
Dengan pelaksanaan yang diklaim berjalan lancar, TKA di Barito Utara kini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bagian dari sistem seleksi pendidikan yang semakin kompetitif—di mana transparansi, kesiapan siswa, dan kualitas pengawasan menjadi faktor penentu utama. (bvs)