DPRD Minta Barito Utara Percepat Inventarisasi GRK

PENAKALTENG, Muara Teweh – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Sri Neni Trianawati, menegaskan pentingnya pembangunan rendah karbon sebagai langkah strategis menghadapi dampak perubahan iklim. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Ekspose Laporan Inventarisasi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Tahun 2025 yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Barito Utara, Rabu (3/12/2025).

“Saya sangat mendukung langkah DLH Barito Utara yang telah melaksanakan inventarisasi GRK. Ini pijakan penting agar kebijakan lingkungan di daerah kita semakin terarah dan berbasis data ilmiah,” ujar Sri Neni.

Ia menekankan bahwa data emisi yang jelas memungkinkan pemerintah daerah menyusun strategi mitigasi lebih efektif, mulai dari sektor energi, persampahan, hingga tata guna lahan.

Menurutnya, pembangunan rendah karbon bukan sekadar wacana, tetapi harus menjadi prioritas serius pemerintah daerah. Dampak perubahan iklim yang semakin nyata, seperti cuaca ekstrem, banjir, dan penurunan kualitas lingkungan, menuntut kolaborasi lintas sektor untuk menekan emisi GRK.

“Pengendalian GRK bukan hanya tugas DLH, tetapi seluruh OPD dan masyarakat. Kolaborasi harus terus diperkuat agar Barito Utara dapat berkontribusi dalam upaya nasional menurunkan emisi,” tegasnya.

Sri Neni juga mendorong agar laporan inventarisasi GRK ditindaklanjuti dengan program pengurangan emisi yang konkret serta edukasi publik mengenai dampak perubahan iklim dan perilaku ramah lingkungan.

Kegiatan ekspose ini menghadirkan Plt Kepala DLH Barito Utara, drg. Dwi Agus Setijowati, serta akademisi dari Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin. Sri Neni berharap hasil inventarisasi GRK menjadi dasar kuat bagi penyusunan kebijakan pembangunan berkelanjutan dan penguatan kualitas lingkungan hidup di Barito Utara. (bvs)