Rp30 Miliar Disiapkan untuk Benahi RSUD
PENAKALTENG, Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara menyiapkan anggaran sekitar Rp25 miliar hingga Rp30 miliar untuk melengkapi dan membenahi fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh. Pembenahan ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Bupati Barito Utara H Shalahuddin mengatakan, anggaran tersebut dibutuhkan untuk memastikan seluruh fasilitas dasar rumah sakit dapat berfungsi optimal dan tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Shalahuddin saat bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan, Sekretaris Daerah dan sejumlah kepala perangkat daerah melakukan pemantauan ke RSUD Muara Teweh, Rabu (2/9/2026).
“Kami ingin memastikan bahwa rumah sakit ini berjalan, sudah berfungsi dengan baik. Kami lihat semua, dari infrastrukturnya, kebersihannya, kemudian juga tenaga kesehatan,” ujar Shalahuddin.
Menurutnya, sejumlah pembenahan masih berlangsung di RSUD Muara Teweh, termasuk rehabilitasi Wings A. Sementara Wings B telah berfungsi, meski masih terdapat fasilitas yang perlu segera diperbaiki.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah sistem pendingin ruangan atau AC yang belum berfungsi optimal. Bupati meminta persoalan tersebut segera ditangani agar tidak mengurangi kenyamanan pasien maupun masyarakat yang memperoleh pelayanan.
Shalahuddin juga meminta manajemen RSUD melaporkan setiap kebutuhan dasar rumah sakit secara rutin setiap pagi. Dengan pola tersebut, pemerintah daerah dapat lebih cepat mengetahui fasilitas yang bermasalah dan mengambil tindakan.
“Kami akan berputar mungkin setiap hari melihat infrastruktur dasar yang dibutuhkan oleh masyarakat. Jangan sampai kebutuhan dasar ini menimbulkan kekecewaan masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, pelayanan kesehatan menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah. Karena itu, ketika masyarakat datang dalam kondisi sakit, mereka harus mendapatkan pelayanan yang layak dan diberikan dengan sepenuh hati.
Selain pembenahan RSUD, Shalahuddin juga menyampaikan perkembangan penanganan layanan air bersih. Untuk jangka pendek, pemerintah telah melakukan perbaikan sistem distribusi melalui injeksi sehingga aliran air kembali berjalan lancar.
Sedangkan untuk jangka panjang, Pemkab Barito Utara menyiapkan program pengembangan air bersih melalui skema multiyears dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp4,5 miliar. Program tersebut diarahkan untuk memperluas pelayanan hingga wilayah kecamatan.
“Kita berharap di Barito Utara tidak ada krisis air. Harapan kita air itu semua kecamatan betul-betul diterima oleh masyarakat,” tegasnya.
Dengan dukungan anggaran dan percepatan pembenahan, pemerintah menargetkan fasilitas RSUD Muara Teweh semakin lengkap serta pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal hingga akhir 2026. (bvs)