TP PKK Perkuat Peran Keluarga Cegah Radikalisme Anak
PENAKALTENG, Muara Teweh – Tim Penggerak PKK Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menegaskan komitmennya memperkuat peran keluarga sebagai benteng utama dalam mencegah penyebaran paham radikalisme di kalangan anak dan remaja.
Ketua TP PKK Barito Utara, Maya Savitri Shalahuddin, menekankan bahwa keluarga memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter, pola pikir, dan ketahanan anak terhadap pengaruh negatif, terutama di era digital saat ini.
“Anak-anak dan remaja sangat rentan terhadap berbagai pengaruh, termasuk radikalisme yang kini banyak menyebar melalui media sosial. Karena itu, keluarga harus menjadi garda terdepan dalam memberikan pemahaman yang benar dan nilai-nilai yang kuat,” kata Maya saat membuka sosialisasi paham radikalisme di Muara Teweh, Kamis (19/2).
Menurut dia, PKK sebagai gerakan yang berbasis keluarga memiliki peran penting dalam mengedukasi orang tua agar mampu mendampingi anak secara tepat, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam aktivitas digital.
Ia menegaskan, upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah atau aparat, tetapi harus dimulai dari rumah melalui komunikasi yang terbuka, penanaman nilai toleransi, serta penguatan wawasan kebangsaan dan keagamaan yang moderat.
“PKK mendorong para orang tua untuk lebih aktif mengawasi sekaligus menjadi sahabat bagi anak. Dengan begitu, anak tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan,” tegasnya.
Selain itu, TP PKK Barito Utara juga terus memperkuat sinergi dengan sekolah dan masyarakat guna menciptakan lingkungan yang inklusif dan harmonis bagi tumbuh kembang anak.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber dari Densus 88 Anti Teror turut memberikan pemahaman mengenai pola penyebaran radikalisme serta langkah pencegahan. Namun, fokus utama kegiatan diarahkan pada penguatan kapasitas keluarga sebagai lini pertama perlindungan anak.
Melalui kegiatan ini, TP PKK berharap para orang tua semakin sadar akan pentingnya peran mereka dalam menjaga anak dari paparan radikalisme, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga demi menciptakan generasi muda yang toleran, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan. (bvs)