Transmigrasi Harus Berbasis Pengembangan Kawasan

PENAKALTENG, Muara Teweh – Program transmigrasi di Kabupaten Barito Utara didorong tidak lagi dipandang sebatas upaya penempatan atau pemerataan penduduk, tetapi diarahkan menjadi bagian dari pengembangan kawasan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara H Nurul Anwar mengatakan perubahan arah kebijakan tersebut perlu dipahami masyarakat agar program transmigrasi dapat dilaksanakan sesuai potensi wilayah dan kebutuhan masyarakat.

“Saya mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini. Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai kebijakan transmigrasi, terutama terkait transformasi transmigrasi dan konsep transmigrasi lokal,” kata Nurul Anwar, Rabu (9/9/2026).

Pernyataan itu disampaikannya terkait Sosialisasi Transformasi Transmigrasi Program Perencanaan Kawasan Transmigrasi Tahun 2026 yang digelar Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Barito Utara, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan penempatan masyarakat, tetapi juga kesiapan kawasan dalam mendukung kehidupan dan kegiatan ekonomi. Karena itu, perencanaan harus memperhatikan infrastruktur, ketersediaan lahan, potensi ekonomi serta kesiapan masyarakat.

“Program transmigrasi harus kita lihat sebagai bagian dari upaya pengembangan wilayah. Tentunya harus disesuaikan dengan potensi daerah dan kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya benar-benar bisa dirasakan,” ujarnya.

Nurul menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dan penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa serta instansi terkait. Setiap tahapan program, kata dia, harus dirancang agar masyarakat memiliki peluang untuk berkembang dan mandiri.

“Kita berharap perencanaan kawasan transmigrasi dilakukan secara terarah dan melibatkan masyarakat. Jangan sampai hanya berbicara mengenai penempatan, tetapi juga harus dipikirkan bagaimana masyarakat nantinya dapat berkembang dan mandiri,” jelasnya.

Ia berharap pemahaman hasil sosialisasi dapat diteruskan kepada masyarakat di 16 desa peserta kegiatan. Edukasi dan pendampingan juga perlu dilakukan secara berkelanjutan agar peluang ekonomi dari program transmigrasi dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Yang paling penting adalah bagaimana program ini memberikan dampak positif terhadap masyarakat, membuka peluang ekonomi, meningkatkan pendapatan dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Barito Utara,” pungkasnya. (bvs)