Disdik Verifikasi Kondisi SDN 2 Muara Inu
PENAKALTENG, Muara Teweh – Informasi mengenai kondisi fasilitas pendidikan di SD Negeri 2 Muara Inu (Kareho) dan SD Kunjung yang beredar di media sosial langsung ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten Barito Utara.
Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara melalui Bidang Sarana dan Prasarana bersama Inspektorat turun langsung ke kedua sekolah tersebut untuk memverifikasi kondisi fasilitas sekaligus mendata kebutuhan sarana dan prasarana, Senin (21/9/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara M. Iman Topik di Muara Teweh, Selasa (22/9/2026), mengatakan pengecekan lapangan diperlukan agar informasi yang menjadi perhatian masyarakat dapat dipastikan berdasarkan kondisi faktual.
“Informasi yang disampaikan masyarakat, termasuk yang beredar melalui media sosial, tentu menjadi perhatian kami. Karena itu, perlu dilakukan pengecekan langsung agar kita memperoleh gambaran yang objektif mengenai kondisi sekolah dan kebutuhan yang ada,” kata Iman Topik.
Menurutnya, hasil verifikasi akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan kebutuhan prioritas serta langkah tindak lanjut pada masing-masing sekolah.
“Kita ingin memastikan setiap permasalahan yang ditemukan dapat didata dengan baik. Selanjutnya, kita melihat apa yang menjadi kebutuhan prioritas dan langkah yang dapat dilakukan sesuai ketentuan dan kemampuan daerah,” ujarnya.
Iman mengatakan keterlibatan Inspektorat dalam pemantauan tersebut juga untuk memperkuat proses verifikasi agar kondisi yang ditemukan di lapangan dapat menjadi dasar yang objektif dalam menentukan kebijakan.
“Kami bersama-sama turun ke lapangan untuk melihat kondisi secara langsung. Ini penting agar keputusan atau tindak lanjut yang dilakukan nantinya benar-benar berdasarkan data dan kondisi nyata,” katanya.
Ia menegaskan Dinas Pendidikan akan menindaklanjuti hasil monitoring sesuai kebutuhan dan kewenangan yang ada. Pemantauan terhadap sarana dan prasarana sekolah juga akan terus dilakukan untuk memastikan layanan pendidikan di Barito Utara berjalan dengan baik.
“Kami akan melihat hasil pendataan di lapangan dan kebutuhan masing-masing sekolah sebagai bahan untuk menentukan langkah selanjutnya,” pungkasnya. (bvs)