Lapas Muara Teweh Jadi Sasaran Deteksi Dini TBC
PENAKALTENG, Muara Teweh – Lingkungan lembaga pemasyarakatan menjadi salah satu sasaran penting dalam upaya menemukan kasus Tuberkulosis (TBC) secara dini. Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara melakukan tracing TBC yang diintegrasikan dengan Cek Kesehatan Gratis di Lapas Kelas II B Muara Teweh, Senin (7/9/2026).
Kegiatan menyasar warga binaan pemasyarakatan dan petugas lapas. Skrining dilakukan untuk menemukan terduga TBC secara aktif sekaligus mendeteksi berbagai gangguan kesehatan sejak dini.
Ketua Panitia Kegiatan, H Widho Aspriyanto, S.Kep., Ns., M.Ked. Trop., mengatakan lingkungan pemasyarakatan membutuhkan perhatian dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular.
“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan penemuan kasus TBC secara aktif, deteksi dini penyakit, pencegahan penularan, serta peningkatan akses pelayanan kesehatan bagi warga binaan dan petugas,” ujarnya.
Menurut Widho, tracing tidak hanya bertujuan menemukan warga yang mengalami gejala atau berisiko TBC, tetapi juga memastikan mereka memperoleh tindak lanjut apabila ditemukan indikasi permasalahan kesehatan.
Kegiatan tersebut sekaligus mengintegrasikan pemeriksaan TBC dengan Cek Kesehatan Gratis sehingga kondisi kesehatan peserta dapat diketahui secara lebih menyeluruh.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan sasaran mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan secara mudah dan memperoleh tindak lanjut apabila ditemukan adanya permasalahan kesehatan,” katanya.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara, Lapas Kelas II B Muara Teweh, Puskesmas Lanjas serta lintas sektor terkait. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat penemuan kasus, pencegahan penularan dan pelayanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.
Widho berharap kegiatan tracing TBC dan Cek Kesehatan Gratis dapat meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini sekaligus memperkuat upaya pengendalian penyakit menular.
“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan upaya deteksi dini, penemuan kasus, pencegahan penularan dan pelayanan kesehatan dapat terus diperkuat melalui kerja sama seluruh pihak,” pungkasnya. (bvs)