Perjuangan Abuya Fahmi Zamzam Harus Dilanjutkan

PENAKALTENG, Muara Teweh – Perjuangan dan keteladanan ulama dinilai penting diwariskan kepada generasi muda di tengah perkembangan zaman dan teknologi. Karena itu, Haul ke-5 almarhum Abuya Syekh Ahmad Fahmi Zamzam, MA., menjadi momentum untuk kembali menggali nilai ilmu, dakwah, dan akhlak yang ditinggalkannya.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Nurul Anwar, saat menghadiri Haul ke-5 Abuya Syekh Ahmad Fahmi Zamzam atau Abu Ali Al-Banjari An Nadwi Al-Maliki Rahimahullahu Ta’ala di Musholla Qurratul Ain Pondok Pesantren Yasin Nongo, Muara Teweh, Sabtu (12/9/2026).

Nurul Anwar mengatakan, haul tidak sekadar menjadi kegiatan untuk mengenang ulama yang telah wafat, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk meneladani perjuangan dan pengabdian yang telah diberikan kepada umat.

“Haul ini memiliki makna yang sangat penting bagi kita semua. Selain mendoakan almarhum, kita juga dapat mengambil pelajaran dari perjuangan, keteladanan dan pengabdian beliau dalam mengembangkan ilmu agama serta membina generasi umat,” ujar Nurul Anwar, Minggu (13/9/2026).

Menurutnya, kontribusi Abuya Syekh Ahmad Fahmi Zamzam dalam pendidikan dan dakwah melalui Yayasan Islam Nurul Hidayah Yasin dan Pondok Pesantren Yasin merupakan warisan yang harus terus dijaga.

Ia menegaskan, warisan ulama tidak hanya berupa lembaga pendidikan, tetapi juga ilmu, akhlak, keteladanan, dan semangat perjuangan dalam membina umat.

“Warisan seorang ulama bukan hanya berupa bangunan atau lembaga pendidikan, tetapi juga ilmu, akhlak, keteladanan dan nilai-nilai perjuangan. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan meneruskan nilai-nilai tersebut,” katanya.

Nurul Anwar berharap keluarga besar Yayasan Islam Nurul Hidayah Yasin dan Pondok Pesantren Yasin terus mengembangkan pendidikan keagamaan serta mencetak generasi yang memiliki ilmu pengetahuan, iman, dan akhlak mulia.

Ia juga mengajak generasi muda untuk memperkuat kedekatan dengan ulama dan majelis ilmu. Menurutnya, kemampuan menghadapi perkembangan zaman harus berjalan seiring dengan penguatan nilai agama dan moral.

“Generasi muda harus memiliki ilmu dan keterampilan untuk menghadapi perkembangan zaman, tetapi tetap harus memiliki landasan agama dan akhlak yang kuat. Keteladanan para ulama seperti Abuya Syekh Ahmad Fahmi Zamzam sangat penting untuk dijadikan contoh,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi keluarga besar Yayasan Islam Nurul Hidayah Yasin dan Pondok Pesantren Yasin yang terus menjaga tradisi haul sebagai sarana mengenang jasa ulama, mempererat silaturahmi, sekaligus meneruskan tradisi keilmuan.

“Semoga seluruh amal ibadah dan perjuangan almarhum diterima Allah SWT sebagai amal jariyah. Mudah-mudahan keluarga dan para penerus beliau diberikan kekuatan untuk melanjutkan perjuangan dalam membina umat dan mencetak generasi yang bermanfaat bagi agama, masyarakat dan daerah,” pungkasnya. (bvs)