Perketat Monitoring MPLS 2026
Pastikan Sekolah Bebas Perundungan dan Ramah Anak
PENAKALTENG, Muara Teweh – Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara memperketat monitoring pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk memastikan seluruh sekolah menerapkan kegiatan yang edukatif, ramah anak, serta bebas dari perundungan dan tindakan yang tidak mendidik.
Bupati Barito Utara H. Shalahuddin menegaskan MPLS merupakan tahapan penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan semangat belajar peserta didik sejak hari pertama memasuki lingkungan sekolah.
Ia mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan yang turun langsung melakukan pemantauan agar seluruh sekolah melaksanakan MPLS sesuai ketentuan, mengedepankan pendekatan humanis, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi peserta didik baru.
“Saya berharap seluruh sekolah menjadikan MPLS sebagai sarana untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, inklusif, dan menyenangkan. Sambutlah peserta didik baru dengan pendekatan yang humanis sehingga mereka merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar sekolah. Pendidikan yang berkualitas dimulai dari lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan mampu membentuk generasi Barito Utara yang cerdas, berkarakter, serta berdaya saing,” ujar Shalahuddin.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, M. Iman Topik, S.IP., M.Si., mengatakan monitoring dilakukan di sejumlah sekolah di Kota Muara Teweh, meliputi SMP Negeri 10, SD Negeri Melayu 5, SMP Negeri 2, dan SMP Negeri 1 Muara Teweh. Pemantauan juga dilaksanakan di beberapa sekolah di Kecamatan Lahei, termasuk SD Negeri Mampuak.
“Kami ingin memastikan pelaksanaan MPLS berjalan sesuai tujuan, yaitu memperkenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru dengan cara yang edukatif, menyenangkan, dan bebas dari segala bentuk perundungan maupun tindakan negatif lainnya,” kata Iman Topik saat melakukan monitoring, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, seluruh satuan pendidikan diwajibkan menjalankan MPLS sesuai pedoman Kementerian Pendidikan. Selain pengenalan lingkungan sekolah, peserta didik juga dibekali pendidikan karakter, kedisiplinan, serta literasi digital agar mampu menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
“Kami juga mengingatkan seluruh sekolah untuk mengedepankan pembinaan karakter serta memberikan pemahaman kepada peserta didik agar bijak menggunakan media sosial. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi setiap anak,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan didampingi Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, Kasubbag Umum dan Kepegawaian, Kasubbag Perencanaan dan Keuangan, Koordinator Pengawas, serta para pengawas sekolah yang turut memastikan pelaksanaan MPLS berjalan sesuai standar.
Iman Topik berharap monitoring ini mampu memperkuat komitmen seluruh sekolah dalam menciptakan MPLS yang positif sehingga peserta didik baru dapat beradaptasi dengan baik, merasa aman di lingkungan sekolah, dan siap mengikuti proses pembelajaran secara optimal sejak awal tahun ajaran. (bvs)