DPRD Kalteng Minta Warga Waspadai Karhutla di Lahan Gambut

PENAKALTENG, Palangka Raya – Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah, Muhammad Ansyari, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah berlahan gambut. Imbauan itu disampaikan seiring tingginya potensi kebakaran selama musim kemarau.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalimantan Tengah periode 1 Januari hingga 26 Juli 2026 pukul 18.00 WIB, terpantau 3.863 titik panas (hotspot) di wilayah Kalteng. Dari jumlah itu, tercatat 727 kejadian karhutla dengan luas area terdampak mencapai 1.184,44 hektare berdasarkan laporan lapangan kabupaten/kota.

Menurut Ansyari, lahan gambut sangat rawan terbakar saat kemarau karena api dapat menyebar cepat dan sulit dikendalikan.

“Masyarakat agar lebih waspada karena daerah gambut sangat rawan terjadi karhutla. Sekali api muncul, penyebarannya sangat cepat dan proses pemadamannya jauh lebih sulit dibandingkan lahan biasa,” ujarnya, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan, kebakaran di lahan gambut berbeda dari kawasan lain. Api tidak hanya melahap permukaan, tetapi juga merambat hingga lapisan bawah tanah. Akibatnya, pemadaman memakan waktu lebih lama dan titik api berpotensi muncul kembali meski kobaran di permukaan sudah padam.

“Penanganannya membutuhkan upaya lebih besar dan tidak bisa dilakukan dengan cepat, karena api bisa menjalar hingga lapisan bawah tanah,” katanya.

Dampak karhutla di kawasan gambut, lanjut Ansyari, juga meluas ke masyarakat. Selain merusak lingkungan, kebakaran berpotensi memicu kabut asap yang mengganggu kesehatan warga dan aktivitas ekonomi.

Ansyari menegaskan masyarakat perlu meninggalkan kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar, apalagi saat cuaca panas dan angin kencang.

“Cara seperti itu sangat berisiko memicu karhutla, apalagi saat cuaca panas dan angin kencang. Kesadaran bersama menjadi benteng utama agar bencana ini tidak kembali terulang,” tegasnya.

Ia juga meminta pemerintah daerah melalui BPBD, aparat, hingga pemerintah desa memperkuat sosialisasi dan edukasi pencegahan karhutla.

“BPBD harus terus aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan kerja sama semua pihak agar titik api bisa dicegah sejak awal,” katanya.

DPRD Kalteng berharap koordinasi antarlembaga dan kesadaran masyarakat terus diperkuat selama musim kemarau. Pencegahan dinilai menjadi langkah utama untuk menekan potensi kebakaran dan dampaknya. (dit)