Kelangkaan Minyakita Resahkan Warga, DPRD Dorong Evaluasi Pasokan
PENAKALTENG, Palangka Raya – Minyak goreng bersubsidi merek Minyakita semakin sulit ditemukan di sejumlah pasar di Kota Palangka Raya. Di tengah keterbatasan stok, harga jual Minyakita dilaporkan telah menembus lebih dari Rp20 ribu per liter.
Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin membebani masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Wakil Ketua I Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Hap Baperdu, meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar kelangkaan minyak goreng subsidi tidak berlarut-larut.
“Ini perlu menjadi perhatian bersama. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok yang seharusnya tersedia dengan harga terjangkau,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Menurut Hap, selain pasokan yang berkurang, kenaikan harga memaksa sebagian masyarakat mencari alternatif minyak goreng lain yang lebih terjangkau.
Ia menegaskan pemerintah harus memastikan ketersediaan pasokan dan menjamin distribusi berjalan lancar agar masyarakat tidak dirugikan.
Untuk itu, Hap meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait meningkatkan pengawasan terhadap distribusi Minyakita. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan stok di tingkat pedagang sekaligus mengendalikan harga jual di pasaran.
“Pengawasan yang optimal diperlukan agar minyak goreng subsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan sesuai tujuan program pemerintah,” katanya.
Selain memperketat pengawasan, Hap juga mendorong pemerintah menelusuri penyebab kelangkaan Minyakita di lapangan, baik akibat gangguan distribusi, keterbatasan pasokan, maupun faktor lainnya.
“Penyebabnya harus diketahui terlebih dahulu sehingga langkah penanganan yang diambil dapat tepat sasaran dan persoalan ini bisa segera diselesaikan,” tegasnya.
Ia juga meminta dinas terkait melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi pasar guna memastikan distribusi minyak goreng subsidi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. (ss).