DPRD Dorong Pembenahan Fasilitas Wisata
PENAKALTENG, Palangka Raya – Lonjakan kunjungan wisatawan di destinasi Air Hitam Kereng Bangkirai saat libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah mendapat perhatian dari DPRD Kota Palangka Raya. Antusiasme masyarakat dinilai sebagai sinyal positif bagi sektor pariwisata, namun perlu diimbangi dengan pengelolaan dan pengawasan yang optimal.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, menyebut meningkatnya jumlah pengunjung menunjukkan potensi besar wisata lokal dalam menggerakkan ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku UMKM di sekitar kawasan. “Ini tentu menjadi kabar baik. Artinya wisata lokal kita diminati dan mampu menjadi pilihan utama masyarakat saat libur Lebaran. Dampaknya juga langsung dirasakan pedagang kecil dan pelaku usaha di sekitar lokasi,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Meski demikian, Arif menekankan pentingnya aspek keselamatan di tengah padatnya aktivitas wisata air. Ia mengapresiasi kehadiran petugas Basarnas dan Dinas Perhubungan yang melakukan pengawasan, namun meminta agar pengawasan terus ditingkatkan terutama pada jam-jam puncak kunjungan. “Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai tingginya jumlah pengunjung justru menimbulkan risiko. Pengawasan terhadap kapal hias maupun sepeda air harus benar-benar diperketat,” tegasnya.
Selain keselamatan, Arif mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk melakukan pembenahan fasilitas dan manajemen kawasan wisata agar tetap nyaman dan tertib bagi pengunjung. Menurutnya, penataan yang baik tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga memperkuat citra wisata Kota Palangka Raya sebagai destinasi unggulan di Kalimantan Tengah.
“Ke depan, pengelolaan harus semakin profesional. Mulai dari fasilitas, kebersihan, hingga pengaturan arus pengunjung. Ini penting agar wisata kita tidak hanya ramai saat momen tertentu, tetapi juga berkelanjutan,” tambahnya.
Arif berharap momentum meningkatnya kunjungan wisata dapat dimanfaatkan pemerintah untuk terus mengembangkan sektor pariwisata berbasis potensi lokal, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Liputan ini bisa diperdalam dengan menambahkan sudut strategi pengelolaan wisata berkelanjutan atau peran UMKM dalam sektor pariwisata. Kedua aspek akan memperkuat narasi tentang keseimbangan antara pertumbuhan wisata dan manfaat ekonomi lokal. (ss).