Banyak Guru Kejuruan Pensiun, DPRD Kalteng Desak Pemetaan Dapodik
PENAKALTENG, Palangka Raya – DPRD Kalimantan Tengah menyoroti kebutuhan tenaga pengajar di sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menyusul banyaknya guru kejuruan yang memasuki masa pensiun.
Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto, mengatakan situasi ini harus segera diantisipasi. Tanpa langkah cepat, kekosongan guru dikhawatirkan mengganggu pembelajaran siswa, terutama pada mata pelajaran yang menuntut keahlian praktik.
“Apalagi SMK, ini banyak sekali guru-guru yang terkait dengan kejuruan. Ini yang sekarang banyak yang pensiun, penggantinya tidak ada. Kan jadi masalah kalau seperti itu,” ungkap Sugiyarto, Jumat (4/9/2026).
Ia menegaskan, pemenuhan guru SMK mesti disesuaikan dengan bidang keahlian yang dibutuhkan sekolah. Setiap jurusan memiliki kompetensi khusus, sehingga tidak semua guru bisa menggantikan pengajar kejuruan.
“Enggak mungkin guru tata buku kemudian harus mengajar praktik mesin. Itu kan enggak mungkin,” tegasnya.
Menurut Sugiyarto, persoalan kekurangan guru itu diketahui dari kunjungan DPRD ke sejumlah SMA dan SMK di daerah. Kondisi di wilayah pedalaman juga mendapat perhatian karena kebutuhan tenaga pengajar di sana belum sepenuhnya terpenuhi.
Untuk itu, ia menilai pemerintah perlu memetakan kebutuhan guru secara menyeluruh di setiap sekolah. Pemetaan mencakup jumlah guru yang tersedia, bidang keahlian, serta kebutuhan pengganti akibat pensiun.
Data Dapodik, lanjut Sugiyarto, bisa menjadi acuan untuk menentukan sekolah dan jurusan yang memerlukan tambahan guru. “Jadi kebutuhan guru ini sebenarnya bisa dilihat dari Dapodik. Tinggal dipetakan mana sekolah dan bidang keahlian yang kekurangan,” lanjutnya.
Ia berharap hasil pemetaan itu menjadi dasar penentuan formasi guru, sehingga tenaga pengajar yang direkrut benar-benar sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.
Bagi Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, langkah tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan pembelajaran di SMK, khususnya praktik kejuruan yang memerlukan guru dengan kompetensi spesifik. (dit)