CFD Dibuka Lagi, Ekonomi UMKM Mulai Bergerak
PENAKALTENG, Muara Teweh – Kembali dibukanya Car Free Day (CFD) di Kota Muara Teweh setelah kondisi kabut asap mulai mereda mendapat dukungan DPRD Kabupaten Barito Utara. Selain menghidupkan kembali ruang publik bagi masyarakat, CFD dinilai dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Anggota DPRD Barito Utara Ardianto mengatakan, keberadaan lapak-lapak UMKM dalam kegiatan CFD memberikan peluang bagi pelaku usaha lokal untuk kembali memasarkan produknya sekaligus bertemu langsung dengan konsumen.
“Dengan kembali dibukanya CFD, tentu kita menyambut baik. Selain menjadi tempat masyarakat berolahraga dan berkumpul, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka,” ujar Ardianto, Minggu (13/9/2026).
Menurutnya, aktivitas CFD memiliki manfaat ganda. Masyarakat memperoleh ruang untuk berolahraga dan bersosialisasi, sementara pelaku usaha mendapatkan pasar yang relatif langsung dan mudah dijangkau.
Karena itu, Ardianto mengajak masyarakat tidak hanya datang untuk berolahraga, tetapi juga ikut menggerakkan perekonomian lokal dengan membeli produk yang dijajakan pelaku UMKM.
“UMKM merupakan salah satu bagian penting dalam perekonomian daerah. Karena itu, mari kita dukung dengan membeli produk lokal. Semakin banyak produk UMKM yang dibeli masyarakat, tentu semakin besar pula manfaatnya bagi pelaku usaha,” katanya.
Ia juga mengapresiasi jajaran pemerintah daerah yang turut membeli produk UMKM di kawasan CFD. Menurutnya, keterlibatan pemerintah menjadi bentuk dukungan konkret sekaligus dapat mendorong masyarakat untuk lebih memilih dan mengenal produk lokal.
Ardianto berharap CFD tidak hanya kembali dibuka secara temporer, tetapi dapat dikelola secara berkelanjutan sebagai ruang publik sekaligus salah satu kanal pemasaran produk IKM dan UMKM Barito Utara. Pelaksanaannya tetap perlu menyesuaikan kondisi lingkungan dan keamanan masyarakat.
“Semoga CFD ini bisa terus berjalan dan semakin ramai. Dengan demikian, masyarakat mendapatkan ruang untuk beraktivitas, sementara UMKM juga memperoleh tempat untuk mengembangkan dan memasarkan produknya,” pungkasnya. (bvs)