DPRD Kalteng Dorong Pembukaan Jalan 90 Km ke Katingan Kuala
PENAKALTENG, Palangka Raya – Terbatasnya konektivitas masih menjadi ganjalan bagi warga Katingan Kuala, terutama di wilayah Katingan I dan Katingan II. Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi, mendesak agar pembukaan akses darat sepanjang sekitar 90 kilometer yang menghubungkan Katingan Kuala dengan Kasongan segera dipercepat.
Menurut Junaidi, jalur itu krusial untuk menekan ongkos distribusi hasil pertanian dan perikanan masyarakat pesisir. Secara geografis, kawasan tersebut sebenarnya lebih dekat ke Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Karena itu, akses menuju Kasongan sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian Kabupaten Katingan perlu mendapat perhatian khusus.
“Masalah ini sudah menjadi pemikiran saya, baik saat masa reses maupun sebelumnya. Keluhan masyarakat terkait sulitnya akses di Katingan Kuala juga sempat ramai diperbincangkan,” ujar Junaidi di Palangka Raya, Senin (10/8/2026).
Ia menjelaskan, sebelum pemekaran, Katingan I dan Katingan II masuk wilayah administratif Kotim. Setelah bergabung dengan Kabupaten Katingan, infrastruktur penghubung ke Kasongan perlu diperkuat. Jalan darat itu juga akan membuka rute yang lebih efisien menuju pusat distribusi dan Pelabuhan Kelampang di Kasongan.
Untuk itu, DPRD Kalimantan Tengah mendorong dukungan APBD provinsi agar ruas tersebut minimal bisa dibuka dan berfungsi sehingga dapat dilalui kendaraan warga.
Meski begitu, tantangannya tidak ringan. Dari total ruas yang direncanakan, sekitar 14 kilometer harus menembus kawasan rawa, danau, dan lahan gambut tebal yang menuntut teknik konstruksi khusus.
Bila anggaran menjadi hambatan, Junaidi menawarkan jalur sungai sebagai solusi sementara.
“Kalau memang APBD provinsi dan kabupaten belum mampu membenahi ruas darat tersebut, solusi sementara yang kami dorong adalah penataan dan pengerukan alur sungai, termasuk Terusan Hantipan,” katanya.
Menurutnya, pembenahan alur sungai dapat menjaga kelancaran mobilitas warga dan arus barang selagi jalan darat belum terwujud. Ia menegaskan, peningkatan konektivitas ini harus bermuara pada turunnya biaya angkut hasil produksi masyarakat.
“Hasil-hasil pertanian maupun perikanan dari Katingan ini idealnya bisa langsung dipasarkan di Kasongan agar biaya distribusinya jauh lebih murah bagi petani dan nelayan,” tegas Junaidi. (dit)