DPRD Kalteng Dorong Pemda Tingkatkan Insentif Kader Posyandu
PENAKALTENG, Palangka Raya – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan Diran, mendorong pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan kader Posyandu. Menurutnya, peran kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di desa dan kelurahan belum mendapat perhatian yang sebanding dengan pengabdian mereka.
Tomy menjelaskan, kader Posyandu selama ini menjadi mitra penting pemerintah dalam menjalankan program kesehatan, mulai dari memantau tumbuh kembang balita, mencegah stunting, hingga memberi edukasi kesehatan ibu dan anak. Namun, insentif yang mereka terima dinilai masih jauh dari harapan.
“Aspirasi yang paling banyak kami terima berasal dari kader Posyandu. Mereka bekerja dengan penuh dedikasi membantu masyarakat, tetapi insentif yang mereka terima masih sangat kecil,” ujar Tomy, Kamis (16/7/2026).
Politisi PAN itu menilai keberhasilan program kesehatan pemerintah tidak lepas dari kader yang setiap bulan turun langsung melayani warga. Karena itu, peningkatan kesejahteraan kader semestinya menjadi perhatian pemerintah sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka.
Tomy mengungkapkan, pihaknya sudah mengusulkan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah agar mempertimbangkan subsidi atau dukungan anggaran tambahan bagi kader. Aspirasi serupa juga telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas dan mendapat respons positif.
“Kami sudah mendorong Dinas Kesehatan Provinsi agar ada dukungan tambahan untuk kader Posyandu. Aspirasi ini juga kami sampaikan kepada Bupati Kapuas dan mendapat sambutan yang baik,” katanya.
Ia menilai kenaikan insentif tidak hanya berdampak pada kesejahteraan kader, tetapi juga memperkuat mutu pelayanan kesehatan dasar. Dengan dukungan memadai, kader diharapkan makin termotivasi, terutama dalam mendukung penurunan angka stunting dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
“Mereka bekerja bukan karena mengejar keuntungan, melainkan karena kepedulian terhadap masyarakat. Pemerintah sudah sepatutnya memberikan penghargaan yang layak atas pengabdian mereka,” tegasnya.
Tomy berharap pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menyusun kebijakan yang berpihak kepada kader, baik lewat peningkatan insentif maupun program penguatan kapasitas. Investasi pada kader kesehatan, menurutnya, akan berdampak jangka panjang bagi kualitas layanan kesehatan dan kesejahteraan warga Kalimantan Tengah.
“Kalau kesejahteraan kader diperhatikan, pelayanan kesehatan di tingkat desa juga akan semakin kuat. Mereka adalah garda terdepan yang membantu negara hadir di tengah masyarakat,” pungkasnya. (dit)