Tiga Polisi Gugur, DPRD Kalteng Serukan Perang Bersama Melawan Narkoba

PENAKALTENG, Palangka Raya – Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Siti Nafsiah, menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga personel Polres Katingan saat operasi pemberantasan narkoba di Desa Tumbang Kalemei. Ia menegaskan, peredaran narkoba di Kalteng telah menjadi ancaman serius yang harus dilawan bersama.

Tiga personel yang gugur adalah Aiptu Anumerta Yudhi Perdana Putra, Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana, dan Ipda Anumerta Sumariyanto. Legislator dari daerah pemilihan Kota Palangka Raya, Katingan, dan Gunung Mas itu berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Ia juga mendoakan para almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.

“Kepergian mereka merupakan kehilangan besar, bukan hanya bagi institusi Polri, tetapi juga masyarakat Katingan dan Kalimantan Tengah pada umumnya,” ujar Nafsiah kepada TribunKalteng.com, Senin (6/7/2026).

Politisi Partai Golkar itu menilai tragedi tersebut menunjukkan kondisi peredaran narkoba, khususnya di Katingan, sudah mengkhawatirkan. Karena itu, penanganannya tak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum.

“Narkoba di Kalimantan Tengah, khususnya di Katingan, sudah menjadi ancaman yang sangat besar. Penanganannya tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian atau BNN, tetapi harus menjadi tanggung jawab seluruh elemen,” katanya.

Nafsiah mendorong pemerintah daerah, DPRD, aparat penegak hukum, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga dunia pendidikan memperkuat kolaborasi. Ia mengakui pemerintah telah melakukan pencegahan lewat sosialisasi di sekolah dan lembaga keagamaan, tetapi jangkauannya perlu diperluas ke desa dan wilayah terpencil.

“Jangan hanya terpusat di perkotaan. Peredaran narkoba sekarang juga sudah masuk ke desa-desa, kawasan perkebunan, bahkan wilayah pedalaman. Sosialisasi harus terus digencarkan agar masyarakat memahami bahaya narkoba sejak dini,” ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah memastikan aparat di lapangan mendapat dukungan maksimal, mulai dari perlengkapan, pelatihan, hingga sinergi dengan masyarakat. Anak-anak dan pelajar, menurutnya, harus menjadi sasaran utama edukasi.

“Kita harus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengikuti kegiatan-kegiatan positif dan edukasi agar mereka memahami bahaya narkoba serta tidak mudah terjerumus,” tuturnya.

Dari sisi DPRD, Nafsiah memastikan pihaknya akan mengawal kebijakan dan penganggaran agar program pencegahan mendapat dukungan memadai. Terhadap pelaku yang telah diamankan, ia berharap proses hukum berjalan maksimal.

“Kita ingin hukuman yang setimpal sesuai aturan yang berlaku. Penegakan hukum harus dilakukan secara maksimal agar memberikan efek jera dan menjadi peringatan bagi pelaku lainnya,” pungkasnya. (dit)