Antrean di SPBU Mengular, DPRD Kalteng Minta Pertamina Jamin Stok BBM

PENAKALTENG, Palangka Raya – Fenomena antrean kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palangka Raya memantik sorotan tajam legislatif. Kondisi ini dinilai mendesak untuk segera diurai demi menjaga kelancaran mobilitas warga dan stabilitas ekonomi daerah.

Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Sirajul Rahman, mendesak pihak Pertamina untuk menjamin kelancaran pasokan serta ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di setiap SPBU agar pasokan selalu mencukupi kebutuhan riil masyarakat.

Ia memperingatkan bahwa pemandangan antrean yang mengular bukan sekadar menyita waktu dan merugikan warga, melainkan berpotensi memicu perselisihan di lapangan jika tidak segera diintervensi penanganan konkret.

“Kita berharap kepada Pertamina untuk memelihara ketersediaan BBM ini. Jangan sampai masyarakat yang seharusnya menikmati sumber daya alam ini ternyata harus ikut mengantre panjang,” ujar Sirajul, Sabtu (15/8/2026).

Politisi DPRD Kalimantan Tengah ini menegaskan, kecukupan energi merupakan kebutuhan vital publik yang menyokong langsung roda perekonomian harian. Oleh sebab itu, keandalan distribusi dan mutu pelayanan kepada konsumen wajib menjadi prioritas utama badan usaha milik negara tersebut.

Sirajul meminta manajemen Pertamina tidak membiarkan persoalan keterlambatan pasokan berlarut-larut. Ia mengkhawatirkan lamanya waktu tunggu di area SPBU dapat memicu gesekan sosial antarpenjual maupun konsumen.

“Terutama ini tupoksinya Pertamina. Pertaminalah yang sebaik-baiknya menjaga ketersediaan bahan bakar ini. Jangan sampai ada antrean, apalagi kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya bentrokan akibat antrean,” tegasnya.

Terkait desas-desus mengenai pembatasan kuota atau kelangkaan BBM, Sirajul memilih menahan diri dan menanti klarifikasi resmi dari otoritas terkait. Ia berharap Pertamina segera mengeksekusi penanganan cepat dan terukur agar antrean kendaraan melurai dan aktivitas masyarakat kembali normal. (dit)