Maya Savitri Ajak Ciptakan Batik Khas Barut Berdaya Saing
PENAKALTENG, Muara Teweh – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Barito Utara, Hj. Maya Savitri Shalahuddin, mendorong lahirnya motif batik khas Barito Utara yang berkarakter kuat dan berdaya saing melalui Lomba Desain Batik Digital Khas Barito Utara Tahun 2026. Kegiatan tersebut resmi dibuka di Aula Rumah Jabatan Bupati Barito Utara, Selasa (21/7/2026).
Lomba yang diikuti generasi muda, desainer, pelaku UMKM, dan masyarakat umum itu menjadi wadah menggali kreativitas sekaligus memperkuat identitas budaya daerah melalui pemanfaatan teknologi digital.
Dalam sambutannya, Hj. Maya Savitri Shalahuddin menegaskan bahwa batik bukan hanya karya seni, tetapi juga simbol identitas dan warisan budaya yang mencerminkan sejarah, filosofi, kekayaan alam, serta nilai-nilai luhur masyarakat Barito Utara.
“Batik bukan sekadar selembar kain dengan corak yang indah. Batik merupakan identitas, warisan budaya, sekaligus media untuk menceritakan kekayaan alam, sejarah, filosofi, serta nilai-nilai luhur yang dimiliki suatu daerah,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan untuk melahirkan inovasi tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya lokal yang menjadi ciri khas setiap karya.
“Digitalisasi bukan untuk menghilangkan tradisi, melainkan menjadi sarana memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas. Nilai budaya harus tetap menjadi roh utama dalam setiap desain yang diciptakan,” tegasnya.
Hj. Maya berharap melalui perlombaan tersebut akan lahir motif-motif batik khas Barito Utara yang mampu menjadi identitas daerah sekaligus dikenal hingga tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.
Ia juga mengajak seluruh peserta mengeksplorasi kekayaan alam, budaya, kearifan lokal, serta ikon-ikon Barito Utara sebagai inspirasi dalam menciptakan desain batik yang unik, inovatif, dan memiliki nilai estetika tinggi.
Selain menekankan pentingnya sportivitas, kreativitas, dan orisinalitas karya, Hj. Maya berharap dewan juri memberikan penilaian secara objektif agar desain terbaik benar-benar mampu merepresentasikan karakter Barito Utara.
Menurutnya, karya-karya terbaik nantinya diharapkan tidak berhenti sebagai hasil perlombaan, tetapi dapat diproduksi secara luas dan digunakan dalam berbagai kegiatan resmi pemerintah, organisasi, sekolah, maupun masyarakat sebagai identitas budaya Kabupaten Barito Utara. (bvs)